Awalnya dibentuk pada 4 juli 2010 yang terbentuk karena adanya suatu komunitas bernama KCMN. kemudian Akra (ex-vocal) dan Ammack (ex-drum) berminat untuk membuat band dengan genre death metal dan mengajak Rhevo (guitar), Adit (guitar) dan Alan (ex-bass) dan akhirnya mereka membentuk Burial Symphony. Burial symphony mengikuti beberapa event di makassar dan di luar makassar dengan dukungan para teman yang setia mendukung kinerja dari Burial Symphony
Burial Symphony ketika itu menghadapi berbagai masalah. Pada akhir 2010 Akra keluar dari band dengan alasan yang tidak jelas. Ammack yang pada saat itu berprofesi sebagai drummer akhirnya menggantikan Akra sebagai vocalist dan menggunakan loop sebagai drum. Pada saat pertengahan tahun, Alan keluar dari band karena ia memiliki sedikit masalah sehingga pada saat itu Burial Symphony tidak memiliki pengganti Alan sebagai bassist.
Beberapa bulan kemudian Ammack bertemu dengan Ponco (drum) dan berbincang-bincang seputar musik dan Burial Symphony itu sendiri. Ponco yang pada saat itu masih ragu dengan ajakan kerjasama sebagai drummer di Burial Symphony, akhirnya tertarik setelah bermain dengan satu konsep aliran yang sama yaitu Death Metal dengan influence The Black Dahlia Murder, Suffocation, Impending Doom, JFAC, LOG, dll.
Setelah masuknya Ponco sebagai drummer di Burial Symphony, akhirnya mereka merilis single pertama walaupun itu bukanlah lagu pertama mereka. Karena formasi member di Burial Symphony pada saat itu tidak memiliki bassist, akhirnya Mereka sepakat merekrut Albhin (bass) sebagai bassist untuk melengkapi formasi Burial Symphony.
Tapi tak lama albhin melengkapi Burial Symphony, dan akhirnya dia memutuskan mengundurkan diri dari band dan digantikan oleh Adit (guitar2) di posisi bass. Cukup lama Burial Symphony bertahan dengan posisi ini dan mengeluarkan 3 lagu, di antaranya, Judgement Day, Eternal Hell, dan The Phoenix and The Cerberus.
Pada awal agustus 2012, Ponco (drum) memutuskan mengundurkan diri dengan alasan band mengganggu urusan akademiknya. Keluarnya ponco sempat membuat Burial Symphony vakum cukup lama. Tapi itu tidak menghentikan Burial Symphony untuk terus berkarya, dan akhirnya tercipta lagi 2 lagu yang berjudul "Busuk" dan "Sampain Jumpa Di Neraka" yang keduanya berbahasa Indonesia.
Tidak lama setelah proses arrangement kedua lagu tersebut, Burial Symphony akhirnya menemukan drummer baru pengganti Ponco (ex-drummer) yaitu Gilang, dan dengan terbentuknya kembali Burial Symphony dengan member baru, Burial Symphony memutuskan mengganti nama band, setelah dirundingkan cukup lama, akhirnya nama "RUH" dipilih sebagai pengganti nama "Burial Symphony".
Makna dari "RUH" sendiri menurut kami adalah kehidupan abadi setelah hidup sementara di dunia yang terkesan menjajikan keabadian ini. RUH harga mati !!.

2 comments
Posting Komentar